Loading..
Sponsored By :GoogleAdsense.
Showing posts with label template. Show all posts
Showing posts with label template. Show all posts

Saturday, June 4, 2011

Cara Mengganti Template WordPress

Mungkin para pengguna wordpress pernah merasa kesal ketika akan mengganti atau mencoba merubah template wordpress tetapi diharuskan membayar dulu kira2 sebesar $15. Tapi ternyata ada cara supaya kita bisa mengedit atau mengotak-atik template wordpress dengan tanpa mengeluarkan dana sepeserpun alias gratis. Mau tahu caranya? …

Syaratnya yaitu kamu harus memiliki domain dan hosting terlebih dulu. Untuk domain kamu bisa memakai domain gratis dari co.cc atau jika pingin domain .com/.net/.org km bisa membeli domain di dodoldomain.com. Selain domain kamu juga harus memmiliki hosting. Kamo bisa memakai hosting gratis di 000webhost atau bisa juga beli hosting murah di superinhost.com
Langkah awalnya yaitu kita harus mensetting domain dan hosting kita. Bagi yang belum tahu caranya silahkan BACA TUTORIAL INI. Langkah berikutnya yaitu kita cari atau download template wordpress yang ada dipasaran, dan tentunya cari yang gratisan dong. Coba cari lewat google dengan memakai kata kunci misal “Free Template wordpress” atau “Free WordPress Themes” dll. Biasanya hasil downloadnya akan berupa file “zip” atau “rar”. Extract dulu file tersebut sehingga menjadi folder yang didalamnya terdapat beberapa file.
Langkah berikutnya yaitu login ke cpanel hosting kamu. kemudian pilih “File Manager”. Kemudian masuk ke folder “Public_html –> …wp-content\themes\”. Upload file-file yang sudah di ekstract tadi ke folder tersebut. Kemudian buka alamat “http://namadomainmu.com/wp-admin” untuk login ke wordpress administrator (Jangan lupa ganti namadomainmu.com dengan nama domainmu ya). Lalu pergi ke menu “Design –> Themes”. Nha maka disitu kamu akan menjumpai template yg telah kamu upload tadi. Untuk mengaktifkannya tinggal diklik aja template yg km suka kemudian “Activate”. Trus coba deh buka blog wordpress kamu. Gimana berhasil gak? …. Gampang kan….

Saturday, September 25, 2010

Tips Mengedit HTML Blogspot

Jika kita mengotak-atik atau mengedit HTML blog kadang2 akan mengalami kesulitan, apalagi bagi yang masih agak pemula. Entah itu gak bisa nemu kode yang mau diedit lah, gak bisa disimpan karena error lah, Ada pesen error yang gak jelas lah, dan lah-lah yang lain, ya to...??? Nha trik dan tips kali ini akan mencoba gimana cara untuk mengatasi atau setidaknya mengurangi masalah "lah-lah" yang kadang2 atau sering terjadi tersebut.
Berikut ini beberapa tips untuk edit HTML bogger:

1. Backup Template

Membackup template ini penting karena jika terjadi hal-hal yang tidak dinginkan, misalnya blog jadi rusak maka kita bisa membuatnya seperti sediakala (sebelum rusak) jika kita sebelumnya sudah membackup template. Cara membackup template ini mudah. Cukup klik pada link "Download Full Template" lalu simpan file template di komputer kita. Kalo terjadi kesalahan yang tidak bisa kita atasi, kita tinggal upload aja file template tersebut.

2. Memberi Tanda Centang pada Kotak "Expand Widget Template"
Ini yang kadang2 dilupakan para "editor". Kalau kotak "Expand Widget Templates" tidak dicentang maka kode2 yang dicari kemungkinan tidak ditemukan. Tapi kadang2 hal ini tidak perlu dilakukan tergantung dari petunjuk tutorialnya. Makanya perhatikan baik2 tutorialnya kalo mau Edit HTML blog.

3. Tips Mempermudah Pencarian
Untuk mempermudah pencarian kode yaitu dengan meng-copy dulu kode yang mau dicari kemudian tekan "Ctrl+f" lalu masukkan kode yang dicopy tadi kedalam kotak yg muncul. Kalo misalkan kode yang dicari tidak muncul maka cobalah mencari sebagian dari kode tersebut. Misal mau mencari kode jika tidak ketemu maka cb carilah sebagiannya atau seperti ini data:post.body kalau sudah ketemu maka klik tombol next untuk melihat apakah ada kode lain yang sama untuk memastikan kode yang dikehendaki. Tapi tips ini sepertinya sulit dilakakukan jika menggunakan browser "Chrome" paling mudah jika menggunakan "Mozilla Firefox".


4. Tips Menghadapi Error Yang Muncul
Jika saat menyimpan hasil editan kemudian muncul pesan error, misal seperti ini:
We were unable to save your template
Please correct the error below, and submit your template again.
Your template could not be parsed as it is not well-formed. Please make sure.....
Maka hal yang harus kita lakukan adalah berusaha memahami pesan error tersebut. Kemudian kita cek kembali tutorial yang kita baca apakah langkah-langkah yang sudah kita lakukan bener2 sesuai dengan tutorialnya. kalau tidak yakin maka kita bisa mengulangi lagi tutorialnya dari awal dengan mengklik tombol "Clear Edit" terlebih dahulu.

Mungkin untuk masalah mengahadapi berbagai pesan error ini akan kita bahas lebih lanjut diepisode yang lainnya yang lebih spesifik.

Yak mungkin itu aja dulu tips-tips dalam pembahasan kali ini. Kita jumpa lagi di tips-tips berkutnya.

Monday, September 20, 2010

Picking a SEO Template for Your Blog

SEO Settings for BlogsThere is a great number of free or inexpensive design templates available for all kinds of blogging software. They are easy to install and can be, to some extent, easily modified. They come in different arrangements of content blocks and color schemes. When it comes to looking for that close-to-the-perfect template, we spend hours picking the right graphical design. But there is more to it than colors, visual structure or cool pictures; it also has to have the right HTML coding or the correct, as some of us say, “invisible part”.
As I went through a number of different designs that look “clean” and “usable”, I found that most of them did not have the best HTML foundation for optimized presentation of your content. There is no doubt that the designers spent a lot of time creating these templates, considering the details that they have incorporated in their designs. However, as I scanned the code I could tell that there were things that are just not SEO. This article uncovers some of the common mistakes made by pro and not so pro web designers that create free downloadable blog templates.

1. Headers

When one creates a page he or she would have a

header (in most cases used once per page) to emphasize the topic covered on a given page. Search engines are aware of such practices and use them in their algorithms to, perhaps, define keywords for the page. So, headers are valuable for stating your keyword/phrases as well as giving your visitors a general idea about a page’s content. Therefore

header should vary from page to page and describe the rest of the page right to the point. However, I have found that many designers use

in the headers of their templates and include only the name of the blog, which will stay the same from page to page. Such a waste!

Monday, September 6, 2010

Desain Blog yang Baik

Di dunia nyata,kita pertama kali melihat orang pasti dari penampilan luarnya. Begitu juga di dunia maya, kita melihat blog pertama kali pasti dari desainnya. Desain merupakan hal yang sangat vital bagi sebuah blog. Jika desain blog kita baik, maka pengunjung akan merasa senang, dan mungkin saja akan berkunjung secara rutin ke blog kita. Tapi jika desain blog kita buruk, jangankan berkunjung lagi, untuk membaca artikel kitapun pasti enggan. Paling dia berkunjung ke blog kita hanya beberapa menit, bahkan beberapa detik. Lalu bagaimana desain blog yang baik. Berikut ini beberapa aspek yang membuat desain blog menjadi (menurut saya) baik.
SIMPLE, MINIMALIS
Suatu Blog hendaknya memiliki desain yang simple dan minimalis. Minimalis disini bukan berarti seadanya, berwarna putih tanpa hiasan apapun. Mnimalis berarti tidak banyak hiasan yang meriah, tidak terlalu fokus pada detail-detail. Penggunaan widgetnya juga tidak terlalu ramai. Cukuplah daftar posting, Shoutbox, dan hit counter. Desain blog yang simple tidak hanya membuat pengunjung tidak capek melihat blog kita, tetapi juga mempercepat loading blog. Di Indonesia, koneksi internet masih terbilang lambat. Apalagi kebanyakan pengunjung tidak mau menunggu berlama-lama. Maka dari itu hendaknya desain blog dibuat sederhana agar lebih mudah dilihat dan lebih cepat dalam loading.
PEMILIHAN WARNA
Orang paling banyak memilih warna hitam atau putih untuk dijadikan warna background blog mereka.Walaupun saya suka hitam, tapi jujur saya lebih nyaman membaca blog berbackground putih daripada hitam. Background putih membuat blog nampak lebih luas, lebih longgar. Warna putih juga lebih cocok dipadukan dengan berbagai warna. Tetapi warna hitam juga punya kelebihan. Yaitu tidak membuat lelah mata. Di dalam ilmu fisika, warna hitam akan menyerap semua sinar. Sehingga warna hitam berkesan gelap dan “dingin”. Berbeda dengan warna putih yang memantulkan semua sinar sehingga berkesan terang dan panas.
Eits, jangan lupa memperhatikan warna font. Warna font yang baik adalah warna yang kontras dengan warna backgroundnya. Misalnya jika warna background anda putih, anda dapat memilih warna hitam atau biru tua untuk warna font. Jika background hitam, warna putih atau kuning menjadi pilihan yang tepat untuk warna font anda.
SIDEBAR DI KANAN ATAU DI KIRI?
Sebetulnya tidak ada yang salah jika kita memilih sidebar kanan atau kiri. Toh, semuanya terlihat baik. Tetapi saya cenderung memilih sidebar di sebelah kanan. Kenapa? Karena orang membaca artikel kita dari kiri ke kanan. Itu berarti kemungkinan orang akan melihat widget setelah membaca artikel. Coba kalau dipasang di kiri, orang akan lebih berkonsentrasi ke widget kita sebelum membaca artikel kita. Rugi kan?? Pengunjung hanya datang untuk melihat widget kita tanpa memperhatikan apa yang kita tulis. Lalu bagaimana dengan sidebar di kanan dan di kiri? Menurut saya itu adalah pilihan yang paling buruk karena dengan sidebar di kanan dan di kiri konsentrasi pengunjung akan pecah. Pengunjung tidak fokus ke artikel maupun widget. Kalau sudah begini, tambah rugi kan kita??
2 COLOUMN ATAU 3 COLOUMN?
Ketika Blogwalking saya melihat kebanyakan blogger menggunakan 3 COLOUMN. Mungkin mereka berpikir dengan 3 coloumn, mereka dapat memanfaatkan desain blog sebanyak mungkin. Ketika kita memutuskan memakai 2 coloumn atau 3 coloumn hendaknya kita mempertimbangkan tujuan kita membangun blog. Jika tujuan kita ringan, misalnya hanya ingin menulis pikiran kita, dan widget juga tidak terlalu banyak, maka 2 coloumn adalah pilihan yang tepat. Jika tujuan kita adalah monetize atau tujuan-tujuan lain yang lebih berat, maka 3 coloumn lebih dibutuhkan untuk menampung iklan-iklan maupun menu yang banyak.
POSISI IKLAN
Letakkan iklan di posisi yang mudah dilihat, misalnya di bawah header, di sidebar, di bagian paling bawah blog, dan di sela-sela posting. Untuk ukuran, di bawah header lebih baik menggunakan ukuran leaderboard, untuk di sidebar menggunakan ukuran SkyCapper jika masih banyak tempat kosong, untuk di bagian bawah bisa menggunakan ukuran leaderboard atau large rectangle. Untuk di sela-sela posting ukuran lebih banyak variasi, misalnya ukuran banner, large rectangle, atau dapat juga menggunakan link unit berukuran banner.
Download Tulisan Lengkap: latif-desainblog.zip

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

 
Photobucket