Loading..
Sponsored By :GoogleAdsense.
Showing posts with label prestasi TNI. Show all posts
Showing posts with label prestasi TNI. Show all posts

Wednesday, July 27, 2011

OLIMPIADE MILITER DUNIA 2011 - Wujudkan Perdamaian Dunia lewat Olahraga

Spanduk putih sepanjang tujuh meter bertulisan pesan perpisahan dibentangkan atlet-atlet TNI sambil mengitari Stadion Joao Havelange,Rio de Janeiro, Brasil,Minggu (24/7) waktu setempat atau Senin (25/7) waktu Indonesia. Pesan ditulis dalam bahasa Portugis berbunyi “Agredeco Amizade Dos Povos Brasileiros, Voces Estarao Sampre Em Meu Coracao”yang artinya “Terima kasih atas keramahtamahan masyarakat Brasil,Anda selalu ada di hati kami”.




Lewat spanduk itu,kontingen Indonesia berpamitan dari ajang Olimpiade Militer Dunia Ke-5. Ucapan disampaikan saat berlangsung upacara penutupan yang ditandai dengan penurunan bendera Dewan Olahraga Militer Internasional (CISM). 


Bendera yang menjadi simbol tempat berlangsung acara empat tahunan itu selanjutnya diserahkan ke delegasi Korea Selatan,selaku tuan rumah pada penyelenggaraan Olimpiade Militer 2015 mendatang. Walaupun para pesertanya merupakan prajurit militer dari berbagai negara di belahan dunia,tidak ada kesan seram di sana. 


“Olimpiade ini dapat membuktikan bahwa melalui olahraga,kehidupan damai di dunia bisa diwujudkan,”kata Komandan Kontingen TNI Brigjen TNI Doni Monardo. Mengambil tema Game for Peace,ajang multievent ini diikuti 22 negara peserta. Ribuan atlet membaur menjadi satu dan saling berangkulan dengan semangat persahabatan dan solidaritas sesama bangsa di dunia


Terima kasih Brasil,selamat berjumpa kembali di Olimpiade Militer Dunia Ke-6 di Korea Selatan 2015,”kata Doni. Ajang ini memberi pengalaman berarti bagi atletatlet TNI karena Indonesia baru pertama kali mengikuti olimpiade ini.Pada penampilan perdana,atlet-atlet Indonesia belum mampu berbuat banyak. 


Indonesia hanya mampu mengungguli dua negara lain dari total 22 negara peserta. Walau berada di urutan 20, kontingen TNI tidak berkecil hati.Dengan semangat dan militansi yang tinggi,pada beberapa cabang olahraga, altet-atlet TNI memperlihatkan prestasi yang lumayan baik.


Pada cabang orienteering, TNI mendapat predikat sebagai the best fair play. Orienteering ini merupakan cabang olahraga baru bagi TNI.Bahkan,di tingkat nasional cabang ini belum memiliki wadah organisasinya. Olahraga ini merupakan perpaduan antara navigasi darat dan lari lintas alam. Pada cabang atletik,untuk kelas lari nomor 5.000 meter, SersanTNI Agus Prayogo berhasil menembus babak final bersama 13 pelari lain. 


Meski berada di urutan tiga paling belakang dengan catatan waktu Agus 14:02:12 detik, dia berhasil mempertajam catatan waktunya kala tampil di kejuaraan atletik Asia di Kobe,Jepang.Sekaligus lebih baik dari rekor SEA Games yang dipegang pelari Malaysia Rahmat Chandar pada SEA Games 1997 dengan 14:08. 


Menurut Kadispenum Puspen TNI Kolonel Cpl Minulyo Suprapto,secara umum penampilan para atlet TNI sudah maksimal dan sesuai dengan target yang diharapkan.“Hasil olimpiade ini masih didominasi oleh atlet-atlet militer dari negaranegara peserta lama. Sebut saja,Brasil,Italia,Prancis, Ukraina,Jerman,Polandia, China,Korea Selatan,Korea Utara,dan Kenya,”katanya. 


Sementara,TNI baru menjadi anggota CISM pada awal tahun 2010 dan mengikuti olimpiade militer pertama kali. “Harus banyak belajar dari atlet-atlet militer negaranegara lain.Tapi,TNI juga patut bersyukur karena ternyata atlet-atletnya mampu mengikuti penampilan atlet-atlet militer negara lain,”paparnya sumber

TNI Punya Prestasi Yang Hebat Dimata Dunia

Sebagai bangsa Indonesia kita mestinya bangga dengan TNI, karena apa ternyata Indonesia memperoleh peringkat yang luar biasa dalam bidang kemiliteran. Jadi sebenarnya tidak beralasan kalau kita meremehkan tentara nasional kita. Berikut ini data yang diambil oleh World Military Strengh Ranking. Menurutnya ranking ini dibuat menjadi 42 ranking dari seluruh kekuatan militer di seluruh dunia, lihat posisi militer Indonesia berada dimana? Posisi ke-14, hebat bukan??

Adapun penilaian rangkingnya sebagai berikut:
Ranking 1-10 : Amerika Serikat (GFP nilai rumus 0,184) tetap menjadi pemimpin tak diragukan dalam daftar, menampilkan angkatan laut terbesar di dunia dan mendapat porsi uang terbesar ke dalam sistem pertahanan. Rumus kita melihat tepi keluar antara cina dan rusia tetapi di batasi hanya dengan margin tipis (0,241 versus 0,238 masing-masing) dengan kelebihan dalam tersedia tenaga kerja dan modal finansial. Perancis (0,636) dan Jerman (0,672) yang relatif sama untuk sebagian besar tapi rumus GFP memberikan sedikit tepi ke Perancis berkat sebuah kapal induk angkatan laut dan mampu serta akumulasi besar dalam anggaran pertahanan. Brasil (0,756) adalah yang paling kuat di negara Amerika Selatan pada daftar berkat tersedianya tenaga kerja dan angkatan laut yang mumpuni. Jepang (0,920) adalah sebuah kekuatan “tidur” yang menyelinap ke dalam peringkat sepuluh dengan angkatan laut yang baik, infrastruktur dan logistik yang kuat modal.
Yang termasuk kedalam rangking 1 sampai 10 adalah: Amerika Serikas (AS), Cina, Rusia, India, Inggris, Perancis, Jerman, Brasil, Jepang dan Turki.
Rangking 11-20: Formula kami menyediakan perbedaan yang baik antara Utara dan Korea Selatan, menempatkan baik Selatan depan berkat Utara infrastruktur yang lebih baik dan modal. Meksiko’s penempatan ini pada daftar tinggi menarik untuk dicatat – ini mencetak keseimbangan yang baik di seluruh papan di semua kategori utama. Israel akhirnya mendapatkan penempatan yang sesuai pada daftar tahun ini – yang baru keluar dari sepuluh – olahraga tanah yang kuat sama kuat tentara dengan pelatihan, peralatan modern dan pengalaman tempur baru-baru ini.
yang termasuk ke dalam rangking 11-20 adalah: Israel, Korea Selatan, Italia, Indonesia, Pakistan, Taiwan, Mesir, Iran , Mexico, Korea Utara.
Rangking 21-30: Tidak ada kejutan di sini. Koleksi dasar tentara modern pada umumnya sama dengan kekuatan.
yang termasuk ke dalam rangking 21-30 adalah: Swedia, Yunani, Kanada, Saudi Arabia, Ukraina, Australia, Spanyol, Thailand, Denmark, Polandia.
Rangking 31-42: Bagian bawah daftar fitur dua negara pembangunan kembali (Irak dan Afghanistan) serta dua “pemulihan” bangsa-bangsa (Georgia dan Libanon) bersama dengan kekuatan yang umumnya tinggal relatif tenang.
yang termasuk ke dalam rangking 31-42 adalah: Filipina, Afrika Selatan, Argentina, Siria, Norwegia, Georgia, Irak, Venezuela, Libya, Afganistan, Nepal dan LIbanon.
khusus untuk Indonesia Rinciannya seperti ini:


PERSONIL


Jumlah Penduduk: 237.512.352 [2008]
Penduduk Tersedia: 125.530.542 [2008]
Cocok untuk Militer Service: 104.496.911 [2008]
Mencapai Militer Annually Umur: 4.291.700 [2008]
Militer aktif Personil: 316.000 [2008]
Militer aktif Cadangan: 400.000 [2008]
Paramiliter aktif Unit: 207.000 [2008]


ARMY


Total Land-Based Senjata: 2.122
Tank: 425 [2004]
Armored Personnel Carriers: 684 [2004]
Diderek Artileri: 293 [2004]
Self-meriam: 70 [2004]
Senjata anti-pesawat: 515 [2004]
NAVY


Total Navy Ships: 111
Merchant Marine Strength: 971 [2008]
Mayor Pelabuhan dan pelabuhan: 10
Aircraft Carriers: 0 [2008]
Perusak: 0 [2008]
Kapal selam: 2 [2004]
Frigat: 15 [2004]
Patroli & Pantai Craft: 24 [2004]
Mine Warfare Craft: 12 [2004]
Amphibi Craft: 26 [2004]
AIR FORCE


Total Pesawat: 313 [2004]
Helikopter: 194 [2004]
Berguna Bandar udara: 652 [2007]


KEUANGAN (Rp)

Pertahanan Budget: $ 4740000000 [2008]
Foreign Exch. & Gold: $ 56920000000 [2007]
Purchasing Power: $ 843.700.000 [2008]
MINYAK

Minyak Produksi: 837.500 bbl / hari [2007]
Konsumsi Minyak: 1.100.000 bbl / hari [2006]
Cadangan Minyak yang Terbukti: 4430000000 bbl [2007]
Logistik


Tenaga Kerja: 109.900.000 [2007]
Jalan raya: 391.009 km
Kereta Api: 6.458 km
Geografis

Waterways: 21.579 km
Pantai: 54.716 km
Square Tanah Luas: 1.919.440 km
dikutip dari : www.unic77.tk: Ranking TNI di mata dunia mencengangkan gan

TNI Siapkan Atlet Olimpiade Militer Dunia Di Brasil


Tentara Nasional Indonesia menyiapkan atlet-atletnya untuk bertanding pada Olimpiade Militer Dunia ke-5 di Rio De Janeiro, Brasil. Penyiapan atlet Olimpiade Militer ini ditandai dengan pembukaan Training Center (TC) atau pemusatan latihan oleh Asisten Operasi Panglima TNI Mayjen TNI Hambali Hanafiah selaku Ketua Umum KOMI (Komite Olah Raga Militer Indonesia) di Alula Gatot Subroto, Mabes TNI – Cilangkap, Senin (6/6).


Sejak ditetapkannya Indonesia dalam hal ini TNI ke dalam keanggotaan Dewan Olah Raga Militer Internasional (CSIM/ Consielle International du Sport Militaire) ke 133, secara otomatis prestasi TNI dalam lingkup olah raga militer dunia berada pada peringkat ke-133.  Keikutsertaan TNI pada Olimpiade Militer Dunia ke-5 (5th CISM Military World Games) tahun 2011 di Brasil yang diikuti oleh anggota CISM dari seluruh dunia, merupakan penguatan kehadiran TNI di Forum Komunikasi Militer Internasional, setelah sebelumnya TNI berperan serta dalam Kejuaran Dunia Anggar Militer di Venezuela, Kejuaran Dunia CISM Taruna ke-1 di Ankara – Turki dan Member Meeting CISM Asia di Manama, Bahrain.


           


Pada Olimpiade Militer di Brasil kali ini, TNI akan mengirimkan kontingen dengan kekuatan 105 personel yang terdiri dari 88 atlet dan 17 official untuk 9 cabang olah raga yang diikuti dari 22 cabang olah raga yang digelar, dipimipin oleh Brigjen TNI Doni Munardo yang juga merupakan Wakil Komandan Jenderal Kopassus TNI AD. Kesembilan cabang olah raga tersebut adalah : Tinju, Anggar, Judo, Orienteering, Terjun Payung, Menembak, Atletik dan Volly Putri serta Anggar. TNI menetapkan keikutsertaannya dalam sembilan cabang olah raga tersebut dengan harapan dapat berprestasi serta meraih medali pada Olimpiade Militer yang baru pertama kali diikuti.


           


Pemusatan latihan akan dilaksanakan di berbagai daerah di Indoneisa sesuai dengan cabang olah raga yang disiapkan antara lain di Batam, Magelang, Cilodong dan Cijantung serta Cilangkap. TC akan berlangsung selama lebih kurang satu bulan dan Olimpiade Militer Dunia ke-5 di Brasil akan berlangsung dari tanggal 13 s.d. 24 Juli 2011.  Meskipun waktu TC relatif singkat, namun atlet-atlet TNI yang akan bertanding ke Brasil sebagian sudah disiapkan untuk mengikuti pertandingan Pekan Olah Raga TNI AD (Porad) dan dalam rangka mendukung olah raga nasional pada Sea Games 2011.


           


Dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Waaspers Kasau selaku Wakil Ketua KOMIAU, Asops Panglima TNI menyatakan bahwa ini adalah langkah awal untuk mengukir prestasi sekaligus untuk mengukur prestasi di forum olah raga militer dunia. Guna keperluan tersebut, dibutuhkan semangat,  motivasi, jiwa juang dan dukungan dari seluruh jajaran TNI. Keberhasilan yang akan diraih, sudah tentu tidak terlepas dari dukungan semua pihak. Oleh karena itu diharapkan dukungan sepenuhnya dari pengurus KOMI dan KOMI Angkatan, baik dalam penyiapan administrasi awal maupun selama pelaksanaan TC.


           


Sebagai penekanan kepada seluruh atlet dan official, Asops Panglima TNI menegaskan bahwa “tidak ada yang tidak bisa, yang ada mau atau tidak” sebagai pendorong motivasi dan penguat ikhtiar perjuangan kontingen TNI. 
RIMANEWS

Inilah Prestasi TNI di Lebanon

Pasukan TNI yang tergabung dalam misi perdamaian dunia di bawah Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dinilai Markas Besar PBB bersih dari pelanggaran-pelanggaran, baik personal maupun tim.

Karena itu, Monuc Force Commander dalam lokakarya SEA (Sexual and Exploitation Abuse) yang  dilangsungkan selama satu hari di Goma, Kamis 27 Agustus 2009 meminta seluruh kontingen yang tergabung dalam misi PBB di Kongo untuk mencontoh Kontingen Indonesia yang tidak pernah tersangkut masalah exploitasi dan penyalahgunaan seksual.


Letnan Jenderal Babacar Gaye sebagai pimpinan militer tertinggi misi PBB di Kongo memuji Kontingen Indonesia, Bangladesh dan Cina yang dinilai “bersih” dari pelanggaran SEA.


“Sebagai  misi PBB  dengan jumlah pasukan penjaga perdamaian terbesar di dunia, Monuc juga memiliki kasus pelanggaran yang tidak sedikit,” ujar Letjen Babacar Gaye.


Karena itu, tak henti-hentinya Monuc menyelenggarakan seminar SEA guna mencegah peningkatan pelanggugaran, khususnya masalah eksploitasi dan penyalahgunaan seksual.


Perhatian yang sangat tinggi dari pimpinan PBB terhadap masalah SEA disampaikan  oleh Ms. Malcorra  karena the peacekeeper adalah simbol perwakilan tertinggi dari lembaga dunia United Nations. Oleh karena itu menurut Ms. Malorrca, perilaku peacekeeper harus setara dengan simbol yang sangat tinggi derajatnya tersebut.


Utusan  PBB yang bermarkas di New York itu mengatakan, “masyarakat dunia menaruh harapan besar kepada the peacekeeper akan terciptanya perdamaian di seluruh dunia.” Oleh sebab itu setiap personel pasukan penjaga perdamaian dunia memiliki tanggung jawab yang besar dipundaknya untuk menciptakan dunia yang lebih baik.


Pimpinan PBB memahami kondisi the peacekeeper yang bertugas di dalam lingkungan dan situasi yang sangat sulit, namun mereka meminta agar seluruh personel pasukan penjaga perdamaian dunia tetap berpegang pada kebijakan Sekjen PBB tentang “zero tolerance policy” terhadap kasus SEA.


Dimana PBB tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran SEA, khususnya di daerah misi. Oleh karenanya, PBB mengkategorikan pelanggaran SEA sebagai pelanggaran kategori 1 atau pelanggaran berat dengan sanksi yang berat pula.amril.78@vivanews.com• VIVAnews

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

 
Photobucket